Tampilkan postingan dengan label beach. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beach. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Desember 2014

Trip Resolusi : Nostalgia Rasa.

Kenapa nostalgia rasa?

Ketika masih bayi sampai kira-kira umur setahun, orang tua dan saya tinggal di Makassar. Mama bilang ketika masih kecil saya senang sekali dikasih makan coto makassar. Tapi saya tidak ingat. #Yaiyalah. Yang saya ingat justru ketika saya masih kelas 1-2 SD, hampir tiap bulan kami ke Bandung mengunjungi kakek nenek di Bandung dan hampir setiap kunjungan itu lah Mama dan Papa selalu mengajak saya makan di rumah makan kecil yang terletak di Pasteur. Makan coto makassar. Dulu rumah makan Makassar tidak sebanyak sekarang. Mungkin rumah makan itu juga sudah tidak ada sekarang.

1. Makassar
Sup Konro dan Konro Bakar Karebosi
 RM.Karebosi juga ada di Jakarta, tapi saya mencoba langsung di daerah aslinya. Ntah kenapa saya kirang suka dengan rasanya. Lebih enak yang di Jakarta menurut saya. Tapi balik lagi ini masalah selera. Papa punya tempat langganan Konro yang menurutnya lebih enak tapi sudah pindah, ga tau kemana. Ya belum rejeki aja ya sis.. :D

Mie Titi Jl.Irian

Trip Resolusi (3) : Menyendiri di Tanjung Bira

How can I'm not love you?
Setelah berkunjung ke gua dan melihat makam batu, tujuan saya selanjutnya adalah Tanjung Bira. Perjalanan dari Toraja menuju Makasar memakan waktu kurang lebih 8 jam juga. Seperti biasa, kalau perjalanan panjang yang jalanannya berkelok, saya lebih baik memilih bus malam agar bisa tidur. Sampai di perwakilan bus Litha & Co jam 5 pagi. Saya menyeret langkah sambil mengumpulkan nyawa. Berdiri di pinggir jalan sambil memerhatikan pete pete yang lewat. Tujuannya ke terminal Malengkeri. Dari terminal Malengkeri naik mobil panther ke Bulukumba, baru lanjut ke Tanjung Bira.

Kucel. Lusuh. Mulai terasa lelah. Tapi saya belum menyerah. Satu destinasi lagi, saya menghibur diri. Sesampainya di terminal, clingukan bengong. Masi sepi. Tapi sudah ada ibu-ibu yang berjualan sarapan di situ. Si Ibu itu sepertinya memandang saya kasihan. Dia bertanya lembut kepada saya.


Selasa, 16 Desember 2014

Throwback : Phuket, Thailand 2010

"Kita liburan bareng yuk! Kan abis sidang. Kita refreshing!"

Ntah siapa yang mencetuskan ide itu di antara anak-anak Wisma Dara. Phuket, Jalan-jalan. Ke luar negeri. Belum suka traveling atau jalan-jalan. Masih sukanya ke Bandung buat jajan makanan enak-enak. Sekitar bulan Agustus-September 2010, beberapa dari kami memang sedang berjuang menyelesaikan skripsi, termasuk saya. Saya masih jadi anak polos yang hobinya makan plus jajan. Geografi masih jelek. Ga tau Phuket letaknya dimana. Masih belum bisa bedain Thailand dan Philipina *kasian ya?* Karena diajakin rame-rame sama anak kosan jadi ya ngikut-ngikut aja. Demi senang-senang bersama.

Sekilas tentang Wisma Dara,
2010. Masih gadis. Sekarang sih hampir setengahnya udah pada nikah. :))
Sebuah kosan khusus perempuan yang berada di daerah Caringin, Jatinangor. Tempat menghabiskan hari-hari saya sejak tingkat 3 hingga selesai. Rasanya menyenangkan tinggal satu atap dengan perempuan-perempuan heboh dari berbagai macam jurusan. Membuat saya lebih 'perempuan'. Tingkat 1 dan tingkat 2 kebanyakan temen hang out pun cowo. Punya team Music Director di LP Radio juga cowo semua. Kelakuan juga agak tomboy. Sering diledek laki-laki yang terjebak di badan perempuan. KZL.

Sebelumnya saya ngekos di daerah Sukawening, yang campur dengan laki-laki. Jadi jarang bersosialisasi dengan anak kosan. Hanya berteman dengan beberapa perempuan aja. Wisma Dara terdiri dari banyaaakkk kamar-kamar yang dihuni mahasiswi UNPAD dari berbagai angkatan dan jurusan, tapi ada 13 orang perempuan heboh yang menambah warna hidup saya di Jatinangor.

Singkat cerita, di bulan Desember 2010 kami berangkat ke Phuket. Saya, Putri, Denti, Wening, Nana, Boci, Ega, Dita, dan Sapoe. Liburan 4 hari 3 malam. Horeee!! Wening, yang jadi ketua rombongan karena yang urus semua perjalanan ini travel milik kakak sepupunya. Waktu itu sih harga paketnya masih sekitar 4 juta per orang. Sudah termasuk tiket Air Asia PP, Hotel bintang tiga (hotel Ibis), trip pake kapal, makan, serta guide dan kendaraan selama di sana. Mungkin kalau saya sudah jadi traveler low budget jaman itu, bisa cuma 3 jutaan kali ya? haha Karena ya Thailand pas jaman itu pasti masih murah banget banget kan? Cuma namanya juga perempuan-perempuan ga mau ribet, kita iya-iya aja. :p

Itinerary kemana? saya ngikut aja. I have no idea about Phuket. At all.