Tampilkan postingan dengan label culinary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label culinary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

Oriental Trip : Yang Penting Enaaaakk..

Yang penting enaak....

Ga peduli mau susah nyarinya, mesti tanya-tanya ke orang, googling, berantem di jalan, yang penting makanannya enak... Yak. Di Oriental Trip saya bertanggung jawab bikin itinerary kuliner. Berbekal rekomendasi beberapa orang dari grup pangsit plus googling saya membuat list beberapa makanan yang harus kami buru di Hongkong. Well...well.. prinsip saya sih asal ga makan daging babi sih ya.. yang lainnya mah Bismillah aja.. #dikeplak

Di Venetian ada McD, penasaran pengen nyobain. Walaupun ya harganya lebih mahal daripada di Jakarta (yaiyalah!) tapi namanya juga pengen cuba ya ceu. Saya coba Red Bean Pie dan Lobster Soup. Uhwow!

Lobster soup. Hangat kak. Kayak pelukan. ;')

Minggu, 21 Desember 2014

The Bebebs Goes to Indochina : Sekilas Kuliner Kamboja

Khmer Specialities
Amok Set.
Fish Amok
 Amok, salah satu makanan khas Kamboja yang dimasak dengan kari dan santan. Tapi rasanya sungguh berbeda dengan rasa gulai kita. Cara memasaknya pun ditaruh di daun pisang kemudian di kukus. Sungguh pengalaman rasa yang menarik. Jadi, kalau ke Kamboja, kamu wajib banget nyobain Amok. Pilihannya ada ikan, ayam, babi juga ada sih. Tapi yang terkenal Fish Amok. Ini Amok yang sempat kami coba di Temple Balcony, Siem Reap dan Phnom Penh.

Kamis, 18 Desember 2014

The Bebebs Goes to Indochina : Kenapa perempuan Vietnam langsing-langsing?

September 2012,

Pertanyaan ini menjadi pertanyaan hampir semua peserta The Bebebs Goes to Indochina. Terdiri dari 2 perempuan curvy nan berisi(saya dan Yuli), 2 laki-laki gempal(Prima dan Sam) dan 1 laki-laki kurus tapi ada perutnya(Yudi). Ngiri kan? Ngeliat badan sendiri, kok gembil-gambil banyak lemak. Tapi percaya deh, kami tuh pelukable. Banget. Mau coba? #lah

"Bok... liat deh itu! Itu pere ga masuk angin apa ya naik motor, baju tipis, celana pendek, ngebut pun."

"Badannya juga tipis, Bokkk...."

"Yang itu pinggangnya kecil amat.. lengannya juga.." *ngeliat sedih ke lengan sendiri*

Kami terheran-heran melihat banyaknya motor yang berseliweran, bahkan lebih banyak daripada motor-motor di Bekasi. *Bekasi banget, sis?* Di Vietnam, Kami hanya singgah di Saigon atau Ho Chi Minh City. Pesawatnya dari Jakarta-Saigon, Saigon-Jakarta.

Apa makanan yang paling terkenal dari Vietnam? Pho! Banh Mi! Yeps.. dua makanan ini sungguh identik dengan Vietnam,

Pho Bo atau Beef Pho
Pho adalah Vietnamese Noodle Soup yang rasanya enaaaaaaakkk biyangetttt!! Harganya juga cukup terjangkau jika kamu makannya di stall-stall pho yang ada di pinggir jalan. Ya sama aja seperti mie ayam, harganya akan murah ketika kamu makan di pinggir jalan namun harganya bakal menguras kantong kalau kamu makannya di hotel berbintang lima, mungkin setara bisa beli 10 mangkok mie ayam abang-abang. #keleuss Restoran Pho yang terkenal namanya Pho President, tapi kami ga sempet nyoba sih. Cukup puas dengan stall pho dekat penginapan yang menurut kami sudah enak sekali.

Rabu, 17 Desember 2014

Mencoba Balut di Manila!

Tidak banyak yang bisa saya coba kulinernya ketika berada di Manila. Mayoritas masakan mereka mengandung daging babi dan kala itu saya masih rewel soal makanan. Ga mau makan yang aneh-aneh. Kalau mau aman dan murah sih bisa memilih Chowking, Jolibee, atau Mang Inasal. Ketiga resto cepat saji ini mudah ditemukan dimana-mana dan termasuk menjual makanan kategori aman.

Hal yang perlu dicatat dari makanan di Manila adalah hampir semua makanan didominasi oleh rasa manis. Iya. Sweet. Manis. Susah rasanya untuk menemukan sambal yang pas bagi lidah Indonesia seperti kami. Saos sambal dari resto-resto itu juga rasanya manis. Duh!

Berikut hasil kuliner ketika di Manila. Tidak semua sih, karena beberapa foto hilang. hehe